Bakso Membantu Pedagang Daging

February 6, 2014

Anda gemar menyantap bakso di Tasikmalaya ?

Kalau iya secara tidak langsung Anda sudah membantu kelangsungan usaha pedagang daging sapi di kota Santri ini.

 

Beberapa bulan terakhir sejak Iduladha 2013, pedagang sapi mengeluhkan anjloknya penjualan.

Angkanya tidak tanggung-tanggung sampai 70%. 

Mereka yang dalam sehari biasanya menjual 1 kuintal sekarang hanya sanggup menjual 30 kilogram per hari. 

 

Sejumlah pedagang yang biasanya memotong sapi pun sekarang hanya menjual daging yang mereka beli dari bandar. 

Turunnya minat pembeli dipengaruhi oleh harga daging sapi yang terus meroket. 

Harga daging sapi lokal yang sebelumnya Rp 80.000/kg menjadi Rp 105.000/kg dan sekarang sekitar Rp 85.000.

Untuk harga daging import, harganya lebih murah sekitar Rp 2.000/kg dari daging lokal.

 

Kalau saja jumlah pedagang bakso di Tasikmalaya tak menjamur, mereka kemungkinan besar sudah menanggung rugi bahkan bubar jalan. 

Pedagang daging sapi di Pasar Induk Cikurubuk Kota Tasikmalaya, Maman Firmansyah (50) mengatakan pedagang bakso mendominasi pembelian daging di Pasar Cikurubuk.
Selebihnya pembeli adalah pemilik rumah makan dan eceran.

 

Perbandingan pembelian daging antara pedagang bakso dan rumah makan bisa mencapai 3:1. 

Jika dalam sehari Maman menjual sampai 4 kuintal daging sapi, 3 kuintalnya dibeli oleh pedagang bakso, sementara satu kuintal lainnya dibeli oleh pemilik rumah makan.

Kalaupun masih ada yang tersisa, biasanya dibeli oleh ibu rumah tangga secara eceran. Namum memang tak sebanyak dulu omset ecerannya. 

 

Bagi Maman, pedagang bakso memberikan kontribusi besar bagi kelangsungan usahanya, terlebih saat terpuruk seperti sekarang. 

Makanan berkuah yang menggunakan daging sapi sebagai dasar pembuatan bola baso itu , merupakan salah satu favorit warga Tasikmalaya. 

 

Pedagang lainnya, Alung (47) juga mengakui selama ini penjualannya secara eceran tidak terlalu menggembirakan. Sekalipun omset penjualannya turun, pembeli paling banyak memang masih didominasi oleh pedagang bakso. 

 

Menyinggung suplai daging sapi, sejumlah pedagang mendukung rencana pemerintah mengimpo sapi dari luar negeri. Maman yang sudah bertahun-tahun berkecimpung di bisnis daging sapi mengatakan, selama ini sapi lokal yang kebanyakan didatangkan dari Jawa Tengah, lebih kurus ketimbang sapi impor meskipun secara kualitas lebih bagus dari kesegarannya tetapi berat sapi lokal kurang menguntungkan bagi pedagang. 

 

Sementara sapi impor, punya berat badan hingga dua kali lipat daripada sapi lokal. "Pembeli juga sekarang tidak begitu mempermasalahkan kualitas, asal sehat, mereka memilih yang lebih murah katanya. (Amaliya/"PR" 06 Februari 2014) 

Please reload

Featured Posts

www.bakso-kaget.com News: Facebook Bikin Facebook Pay

November 13, 2019

1/10
Please reload

Recent Posts
Search By Tags
Please reload

Please reload