Bakso Kaget News : Menuntut Langkah Konkret dari Konferensi Iklim COP24 di Katowice

December 4, 2018

 

KTT Perubahan Iklim ke 24 (COP24) dimulai di Katowice, Polandia. Terutama negara-negara yang sangat terancam perubahan iklim menuntut langkah konkret dari negara-negara industri. Di Konferensi Iklim Internasional COP24 yang berlangsung di Katowice, para pemimpin negara-negara berisiko terhadap pemanasan global seperti Fiji, Nigeria dan Nepal akan menuntut pemenuhan janji-janji yang sudah desepakati dalam kesepakatan iklim Paris tahun 2015. Dari Indonesia haris Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya serta delegasi.

 

 

Kesepakatan Paris setuju untuk membatasi kenaikan suhu global di bawah dua derajat Celcius dan jika memungkinkan di bawah 1,5 derajat Celcius. Salah satu topik yang paling sengit diperdebatkan adalah, siapa yang akan membiayai langkah-langkah pencegahan perubahan iklim yang lebih parah?

 

Di Katowice, salah satu pusat penambangan batubara di Polandia, delegasi dari hampir 200 negara selama dua minggu akan melakukan negosiasi untuk menyusun langkah-langkah konkret tentang cara mencapai target itu, terutama metode verifikasinya.

 

Sengketa Utama Soal Perdanaan

 

Dalam kesepakatan Paris, negara-negara industri kaya yang secara statistik paling bertanggung jawab atas sebagian besar emisi gas rumah kaca, diharapkan menyumbangkan dana ke dalam kas bersama yang diakss oleh negara-negara berkembang untuk menjadikan ekonomi mereka "lebih hijau".

 

Bank Dunia hari senini (3/12) mengumumkan telah menganggarkan dana senilai 200 miliar dolar AS untuk investasi dalam aksi-aksi iklim untuk periode 2021-25. Langkah ini diharapkan bisa mendukung inisiatif hijau yang dilakukan negara-negara.

 

Namun KTT Iklim di Katowice dibayangi oleh keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mundur dari kesepakatan Paris. Selain itu, kondisi Bumi yang akhir-akhir ini dilanda berbagai bencana seperti kebakaran hutan, kegagalan panen dan amukan badai hebat.

 

"Kegagalan untuk vertindak sekarang ini beresiko mendorong kita melewati sebuah point of on return, dengan konsekuensi bencana bagi kehidupan sebagaimana kita alami akhir-akhir ini," kata Amjad Abdulla, kepada negosiator di COP24 untuk Aliansi Negara-Negara Pulau Kecil.

 

Peringatan Keras

 

Panel ahli iklim PBB sendiri bulan Oktober lalu mengeluarkan peringatan paling keras mengenai bahaya perubahan iklim. Untuk mencapai target 1.5 derajat Celcius sampai akhir abad ini, emisi dari penggunaan bahan bakar fosil harus ditekan sampai setengahnya pada taun 2030, kata para ahli.

 

Tuan rumah Polandia adalah salah satu dari banyak negara yang masih sangat bergantung pada batu bara, dan ingin agar peran batubara dan bahan bakar fosil bagi perekonomian tetap dibahas.

 

Polandia ingin agar deklarasi akhir sedikitnya memuat seruan kepada negara-negara untuk "mengenali tantangan yang dihadapo oleh wilayah, kota dan daerah dalam transisi dari bahan bakar fosil ... dan pentingnya untuk memastikan masa depan yang layak bagi para pekerja yang terkena dampak transisi"

 

Ketua Majelis Umum PBB Maria Espinosa mengatakan, pilihan antara iklim dan pekerjaan itu dalah.

 

"Masyarakat perlu beradaptasi, mereka perlu memahami, jika tidak akan berada dalam masalah besar, sebab yang dipertaruhkan saat ini adalah kelangsungan hidup manusia dan planet ini," katanya kepada kantor berita AFP.

 

Perlu upaya serius, nukan trik-trik politik

 

Tapi bagi beberapa negara, waktu untuk beradaptasi dengan efek perubahan iklim sudah tidak ada lagi, karena mereka sudah langsung berhadapan dengan dampaknya. Perdana Menteri Fiji Frank Bainimarama, Ketua penyelenggara Konferensi Iklim COP23 tahun lalu di Bonn mengatakan, COP24 di Katowice sekarang harus menghasilkan "transisi yang adil untuk semua orang, terutama yang paling rentan terhadap perubahan iklim."

 

Patti Lynn, direktur eksekutif kelompok Kampanye Corporate Accountability menegaskan, negara-negara sekarang harus menyetujui penurunan emisi gas rumah kaca yang sudak disepakati di Paris.

 

"Kami membutukan solusi serius dari para pemimpin, bukan sema-skema berbahaya dan trik politik yang bertujuan untuk membiarkan para pencemar besar tetap mencemari (udara)," tansadnya.

 

 

 

Peluang Usaha Bisnis Makanan Bakso kaget

www.bakso-kaget.com

 

Further Promo Information :
HP/WA : 0821.2828.9977

 

Official Website :

www.franchisemall.co.uk

www.bakso-kaget.com

Please reload

Featured Posts

www.bakso-kaget.com News: Facebook Bikin Facebook Pay

November 13, 2019

1/10
Please reload

Recent Posts
Search By Tags
Please reload